kita yang masih disini, duduk di antara meja menyusun sekian revolusi yang masih saja belum tersedia di makan pagi kita. apalagi yang tersisa, selain orang-orang terdekat kita lalu keseharian kita yang masih juga membutuhkan sekian perubahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s