seperti dalam wilayah yang absurd, kita masih disini membicarakan tentara, tentara dan tentara! menusukkan belati di dada mereka dengan pena. mereka yang tidak pernah sendirian dan kita yang menulis harus dengan sendirian. dan mereka masih saja dengan tenang menembaki orang-orang, merampas, menginjak-injak semua yang bernama kemanusiaan.

lalu ada saya, ada kamu dan ada semua. tidak bisa hanya melihat saja, karena ini bukan sinetron, anjing!!! dunia juga bukan sebuah televisi raksasa yang pantas kita tonton berulang-ulang. dimana kepala dan hati kita, kemudian perasaan yang sudah dijatuhkan berkeping-keping.

masih ada sesuatu dari kehancuran. masih ada sesuatu dari yang sudah dipecahkan. sesuatu itu harus kita temukan, segera dan jangan berbasa-basi lagi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s