:d.a.r.

sebenarnya aku tidak ingin berlari di depanmu seperti itu, tetapi memang bukanlah dirimu laki-laki yang kutemukan tiap pagi hari di sebelahku. kita sama-sama tahu itu, atau setidak-tidaknya aku sangat mengetahui hal itu. aku memang tidak percaya bahwa kita harus sedekat itu. selalu ada sesuatu yang panjang dan menengahi diri kita masing-masing. aku bahkan sangat yakin bahwa perasaan rindu yang terpendam hanya hadir pada jarak-jarak yang jauh, satu rasa yang sanggup melampaui pulau-pulau. seperti pesan-pesan dan petuah-petuah lampau, kutelusuri jejak rona wajahmu yang gelap dengan bayangan sematamu. lalu entah bagaimana aku terdampar dengan amat mendalam di dalam matamu. gelap pekat yang sunyi menggetarkan.