:a.s.r.

aku menginginkan pagi yang penuh
tubuh-tubuh kebakaran
hingga tiada yang berdiri
dan tersisa
di pojok-pojok kamar

seakan-akan segalanya menjadi pergumulan terakhir dengan maut
tanpa ada jendela yang terbuka
tirai yang tersingkap
dan pintu yang terkunci rapat-rapat

dan tubuh-tubuh kita hanya mengeluarkan uap bara
panas dada
serta ribuan nafas yang tidak juga tuntas

-mengingat pagi-pagi biadab kita di G5-

saya merindukan ibu saya yang terbaring
di segala reruntuhan
dimana saya sudah berdiri
tidak sendiri

saya mendengar kata-kata asing di pagi hari
mengira ada suara-suara yang salah
yang saya dengar darinya

saya semakin hari semakin mengingat semua mimpi saya
seperti semuanya baru saja terjadi dan terus terjadi
apakah saya harus tetap meraut kesedihan
ketika saya tidak merasa apa-apa?

tenang
kosong
bahkan di depan
merapi