Soneta XVII
Pablo Neruda

aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.

aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
tetapi membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi;
terimakasih untuk cintamu suatu wewangian padat,
bermunculan dari dalam tanah, hidup secara gelap di dalam tubuhku.

aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana
aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan;
demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya

beginilah: dimana aku tiada, juga kau,
begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku,
begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur.

nyoba2 nerjemahin sonetanya neruda bareng ting

di mejaku aku termanggu

menatap layar kosong

dengan kata-katamu yang tak juga kumengerti

sejak kapankah aku melukis itu semua pada jiwamu

yang sekarang kita merasa sama-sama kehilangan

dan waktu kian membunuhku

berkali-kali

jiwa-jiwa tertanam di lautan jawa

mereka tak kemana-mana

tidak menuju kemana-mana

terombang-ambing di antara ombak-ombak kehidupan

yang menghempas terlalu keras

di tengah-tengah perjalanan

jiwa-jiwa masih melayang beterbangan

:qq

mereka tak akan mengenalku lagi

yang pernah tertawa

dan menangis denganku

mereka tak akan mengenalku lagi

yang pernah tumbuh

dan bermain-main denganku

mereka tak akan mengenalku lagi

kawan-kawan lamaku

karena aku pun merasa asing

di tengah-tengah mereka

kadang-kadang juga disebelahmu

masihkah kau mengenaliku?

Disini Aku Mencintaimu
Pablo Neruda

Disini aku mencintaimu
Di dalam hutan kayu pinus angin berhembus dengan sendirinya
Bulan bersinar seperti phospor pada air pengembara.
Berhari-hari, semua yang sejenis, berlari saling berkejaran

Salju terbuka dalam figur-figur tarian.
Burung camar keperakan menukik dari Barat.
kadang-kadang kapal. Tinggi, bintang-bintang yang tinggi.

Oh salib hitam kapal itu.
Sendiri.
Terkadang aku bangun pagi dan jiwaku pun basah.
Jauh sekali laut berbunyi dan bergema
Ini adalah pelabuhan.
Disini aku mencintaimu.

Disini aku mencintaimu dan horison menyembunyikanmu dalam kesirnaan
Aku masih mencintaimu di antara semua yang dingin ini.
Kadang ciuman-ciumanku pergi bersama kapal-kapal itu.
menyebrangi lautan tidak menuju ke suatu arah.
Aku melihat diriku terlupakan seperti jangkar-jangkar tua itu.
Dermaga-dermaga membuat sedih ketika senja bertambat disitu.
Hidupku berjalan dengan keletihan, lapar tanpa ada tujuan.
Aku mencintai apa yang tak kumiliki. Kau terlalu jauh.
Bebanku dihindarkan dengan sinar yang redup.
Tetapi malam datang dan bernyanyi untukku.
Bulan memutarkan mimpi hari-hari.

Bintang-bintang terbesar melihat padaku dengan kedua matamu.
Dan sewaktu aku mencintaimu, kayu-kayu pinus di antara angin
ingin menyanyikan namamu dengan daun-daunnya yang terhubung dengannya.

-terjemahan gue (dibantu chea di yahoo messenger tadi malam)

ingin aku jatuh di antara luka-lukamu

hingga semuanya menjadi luka-lukaku juga

ingin aku tenggelam dalam tawamu

sedihmu

ketika semua itu mewarnai dirimu

bunuhlah aku dengan kata-katamu

sampai habis darahku ditelan olehmu

mungkin aku pada saat itu tak akan merasa apa-apa lagi…