Soneta XVII
Pablo Neruda

aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.

aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
tetapi membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi;
terimakasih untuk cintamu suatu wewangian padat,
bermunculan dari dalam tanah, hidup secara gelap di dalam tubuhku.

aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana
aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan;
demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya

beginilah: dimana aku tiada, juga kau,
begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku,
begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur.

nyoba2 nerjemahin sonetanya neruda bareng ting

di mejaku aku termanggu

menatap layar kosong

dengan kata-katamu yang tak juga kumengerti

sejak kapankah aku melukis itu semua pada jiwamu

yang sekarang kita merasa sama-sama kehilangan

dan waktu kian membunuhku

berkali-kali

jiwa-jiwa tertanam di lautan jawa

mereka tak kemana-mana

tidak menuju kemana-mana

terombang-ambing di antara ombak-ombak kehidupan

yang menghempas terlalu keras

di tengah-tengah perjalanan

jiwa-jiwa masih melayang beterbangan