dari kaca-kaca jendela

dan di antara buku-buku

kota ini semakin buram

dan kabut seharusnya sudah menghilang

burung-burung dan daun-daun

terbang berserabutan

seperti manusia berpasang-pasangan

berjalan bergandengan tangan

kota ini indah

namun sepinya tak terperikan

keindahan yang sudah mati

entah sejak kapan

indah yang kehilangan arti

aku dan kota mati ini

selamat jalan

aku ingin segera pergi…

-diambil dari catatan bhs inggris, ditulis di pelataran jendela, perpustakaan alexander-

:d.a.r.

aku tertinggal dengan hati yang sudah retak

nyaris pecah

lalu kubunuh juga bunga-bunga di hati

biar hilang wangi semerbak

mati kuinjak-injak

mungkin aku masih akan mencarimu

di antara jejaringan

melalui jalinan huruf-huruf

di tirai warung-warung

melalui refleksi gelas-gelas

di kota-kota

melalui warna-warna senja

kuayunkan sebuah palu

menuju dada

biar tak hanya retak

biar tak hanya retak

maaf, aku memang sudah bersiap-siap jatuh

menemani dirimu merangkak

jatuh cinta pada kata-kata? apakah itu mungkin? lalu dari jalinan-jalinannya, rangkai merangkainya, tulisan demi tulisan dan lembar demi lembar tersodorkan di depanku.

bermula dari sebuah rak buku, di sebuah toko dan corat coret itu mengganggu mataku. kubaca jua malam itu dan, oh aku tercandu…aku mabuk tersadarkan…

aku mencari dimana dia, aku ingin mengejarnya, dan tiba-tiba aku sudah berdiri disini. aku semakin bertanya-tanya apa yang dilihatnya kini. siapa aku di mata itu?

dan malam ini aku cemburu dengan puisi-puisinya. aku haus, tak terpuaskan… aku ingin mati di antara serakan huruf-hurufnya. aku ingin dikuburkan.