sahabat sejalan dan kawan luka sebaya, selamat tahun baru. jalan di depan makin bertaji, tapi terus, terus lagi, juga bila harus dikutup sepi. ‘isi gelas, dan tandaskan!’
puthut ea via sms, 311203@23.16.58

the adventure was over. time resumes its daily routine. aku pulang kembali bergabung dalam barisan. tetap semangat!puthut ea via sms, 81104@14.55.01

lalu aku tanya apa kau baik-baik saja, kapan tiba di yogya, masih demam opo ora? kamu masih di kereta dari surabaya, belum sembuh benar dan melamun saja. kemudian aku mulai cerita dengan jari jempolku dengan kelanjutan naskah dramamu yang nanti akan dipentaskan. aku masih terpaku di hadapan komputer, menyelesaikan editing tulisan dan masih harus menyelesaikan makalah untuk tugas kuliahku malam ini juga. aku juga cukup lelah.

tahun sudah baru dan malam itu aku mabuk. berbotol bir, mansion house sampai anggur orang tua, lalu seorang kawan datang membawa gin dan sprite. pesta kebun yang meriah, kolam dan obor seadanya. romantis dan sedikit gerimis. tapi ramai penuh dengan kawan-kawan tetapi lagi tidak ada yang turun ke jalan.

tahun ini entah kita harus berduka atau bersenang-senang saja. yang jelas kita semua sedang terluka namun santai-santai saja. kita semua sedang berjuang masing-masing dengan cara-cara kita sendiri dengan apa-apa yang masih kita percaya dan tersisa. mimpi yang dulu muluk-muluk entah sekarang nyata atau kita tinggalkan saja. kita sudah lelah untuk mengatasnamakan siapa-siapa. bahkan untuk diri kita sendiri, kita butuh keberanian yang lebih.

terlalu banyak yang kita lihat dan akan kita lihat di lapangan yang akan memukul apa yang kita percaya sebelumnya. lalu kita akan kemana, apakah sekian perjuangan akan sia-sia saja terbuang. tetapi tidak, kita belum sesinis itu kukira. mimpi-mimpi kita masih terletak di tempatnya, walaupun masih tetap sedang mencari suatu bentuk penyesuaiannya yang nyata. kita masih sedang meraba-raba di tengah sekian kegelapan yang pekat dan terlalu kuat ini.

malam ini memang terlalu sedih dan aku sedang ingin pergi. sebentar saja. boleh ya, thut? seminggu saja. aku janji. setelah tulisan ini selesai dan beberapa kerja-kerja yang menjadi tanggungjawabku selesai. kepalaku sedang penuh dan aku ingin lihat laut. aku ingin ke arah timur sebentar. singgah dan istirahat. kondisiku serupa hp yang sudah harus dicharge dengan listrik dan smsku sekarang sudah hampir habis jatahnya.

aku masih ingin ketemu beberapa orang, juga kau. karena semangat tidak akan pernah habis dari mata kawan-kawan. bahkan dalam beberapa kata makian, kita masih saling memperhatikan bukan?

semoga tahun ini tidak ada yang terbunuh.

:draft kecil untuk tulisan buat aky…

:seseorang yang selalu terlihat mabuk dimana-mana

berapa lama lagi sebenarnya kita akan meneruskan ini semua? hanya dalam malam yang sebentar dan kilasan peristiwa yang menyiksa kepalamu dalam keadaan tidak sadar. namun aku masih saja hanya tergetar. kita hanya sama-sama tergetar.

dan aku seringkali akan dengan mudah meninggalkan. semua. bahkan pada ikatan-ikatan yang sudah terjalin. aku juga selalu merindukan sosok yang datang dan pergi, seperti kamar-kamar hotel yang sudah dipesan dalam kehidupan. asing, sedih dan betul-betul getaran sementara.

sleman, 05 januari 2003