:i kadek dedy sumantra yasa

sepertinya kita telah berjalan
sekian kilometer ke depan
terkadang secepat cahaya
terkadang selambat seekor siput

namun kita telah memutuskannya
di suatu sore menjelang malam
di bawah sebuah ringin

hingga menempuh laut
dan jalan-jalan yang melesat
tersimpan dalam memori
yang tak lagi rapuh

aku ingat pernah melihatmu
dulu,
entah dimana
di waktu yang entah
di mimpi yang tak mengenal waktu
namun aku mengingatmu,
selalu

dalam suatu kedalaman
yang aku sendiri
tersadar di momen-momen yang tak terlupakan

sehingga saat ini
tubuh kita pun tengah melebur
ke dalam satu bentuk
yang selalu kita rindukan
selamanya

yang purba
hangat
dan abadi

:agastya bhumy yasawisesa

sepertinya ribuan dongeng untukmu tidak akan pernah cukup
dan aku melebur semua kesedihan di dunia
ke dalam kolam-kolam tak berdasar
yang bagai laut tak berujung

hingga tiba saat kemunculanmu
yang terkadang aku mengerti
dan juga kadang aku tak mengerti

segala rancangan semesta
atas kita
atas dirimu,
anakku tercinta