Dalam Diam

Kurasa dalam diam

Kita jauh lebih banyak berbicara

Dalam yang meresap

Melewati retakan tembok

dan akar pepohonan

 

Jika lingkaran adalah pertemuan jiwa

Di satu titik itu aku hanya akan menemukanmu

Di keningmu

dan ujung jarimu yang kuhormati

dalam dadamu,

aku masih selalu

berpulang

 

Aku tahu,

kamu hanya akan mentertawakan

kematian-kematianku

kulit-kulitku yang berganti

demi masa dan demi masa

namun di sisi yang lain

kau akan memegang tanganku

dan mendengar tangisan-tangisanku

 

Kau akan membiarkanku merasakan

dan melewati kesedihan-kesedihanku

Di ujung perjalananku

Kau akan menunggu untuk memelukku

Menyentuh keningku dengan keningmu

Menaungi rasa lelah yang tak berkesudahan

 

Dalam pelukanmu

Dadamu seperti gemuruh laut yang menetap

Abadi

dan tak kemana-mana

Ombak di hatiku akan menepi

Mengalir sebagaimana hidup

 

Dalam diammu, kau selalu mengada

Dadaku sedang dan selalu penuh syukur

Haru

Akan dirimu yang laksana gunung

Dimana aku menuju

Bernafas pada julangan rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s