saya merindukan ibu saya yang terbaring
di segala reruntuhan
dimana saya sudah berdiri
tidak sendiri

saya mendengar kata-kata asing di pagi hari
mengira ada suara-suara yang salah
yang saya dengar darinya

saya semakin hari semakin mengingat semua mimpi saya
seperti semuanya baru saja terjadi dan terus terjadi
apakah saya harus tetap meraut kesedihan
ketika saya tidak merasa apa-apa?

tenang
kosong
bahkan di depan
merapi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s