Yogyakarta, 23 Mei 2011
Ing
Ia membuatmu gila, Ing. Lebih gila daripada yang pernah kau bayangkan. Cintanya padamu tiada akhir. Cintamu padanya tiada akhir. Tak ada lagi ujung batas. Bahkan setelah kalian akhirnya memutuskan untuk sekali lagi bersama sekian bulan terakhir. Kobaran rasa ini menggila dalam dirimu setiap malam.
Tak ada lagi yang koyak moyak di dalammu semenjak malam ia pergi sekian tahun yang lalu. Kau memintanya pergi malam itu, karena kau tak sanggup lagi menahan perasaanmu yang membesar dan ketakutanmu untuk merusak segalanya dengan itu. Permintaan itu adalah kesalahan besar. Lubang dalam hatimu semakin membesar tiap malam dan di menit pertama kau melihatnya lagi setelah sekian lama, lubang itu menghilang.
Kai.
Kau menyebut perlahan namanya dalam setiap nafasmu. Kau seperti gadis remaja dan ia cinta pertama. Sejarahmu bersamanya sudah tak terhitung. Tawa dan tangisan kalian selalu datang bergantian bagai lingkaran kehidupan. Saat ini kalian berdua mulai memakluminya dan tersenyum karenanya.
Ia menggandeng tanganmu dengan mantap kali ini. Kau menatap matanya. Tak ada keraguan lagi seperti dulu. Hatimu berdegup dengan lebih tegap. Kau bangkit dari sekian kehancuran. Di dalam dirinya kau menemukan kembali dirimu.
Hari ini adalah kencan pertama kalian setelah sekian lama kalian berpisah. Matahari bersinar cerah dan hati pada akhirnya tak pernah mati.