Sembilan Matahari Menguasai Kota

Sembilan matahari turut terbangun subuh tadi, menerangi kota hingga seluruh penduduknya silau akan cahaya. Tidak sampai tengah hari, awan gelap menaungi dan menjatuhkan segenap lautan hingga membilas seluruh permukaan kota.

Aliran airnya membasuh hingga ke desa-desa. Dan laut. Dan laut. Larut bergemuruh dengan doa. Melarikan karma pada asal muasalnya.

Sejenak hening merayapi goa, dimana masa lalu berdengung hadir dalam jejak cerita yang meninggalkan petunjuk-petunjuknya untuk dipahami.

Sekian orbit planet telah bergeser. Aku meratapi langit dan bintang utara. Melihat kabar yang berjatuhan dari ketinggian dan menangkapinya bagaikan kehujanan akan cerita.

Yogyakarta, 18 Oktober 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s