Sanur, 10 Agustus 2014

Tara

Ia menemukan kalung yang dibelinya untuk Hans terdampar di atas pasir. Ia membelinya di salah satu toko di Jakarta. Kalung hitam dengan desain perak sederhana bertali hitam. Ia memakai gelang yang sama berwarna merah di pergelangan tangan kanannya. Malam itu setelah selesai upacara bulan purnama, Ranmu menemaninya untuk mencari kalung yang tercecer itu. Mereka menjemurnya di atas pasir sekian jam sebelumnya.

Mereka pertama menemukan cincin daun yang dibelinya di Kathmandu dan diberikannya kepada Belle malam itu. Tara masih ingat detik itu, mata Belle yang berbinar seolah tak percaya. Tara tidak hanya memberinya cincin daun, ia menitipkan sekian harapan atas Ranmu kepada Belle.

Malam itu, Tara hanya memeluk Ranmu dan memijat punggungnya seperti biasa. Menutup luka-luka mereka, membasuhnya dengan harapan. Ia melepaskan Ranmu, sekian kali lagi. Tidak untuk selamanya. Karena keluarga sejiwa akan selalu kembali, seperti ombak tenang yang selalu menyapa kedua telapak kakinya ketika berjalan di atas pantai.

Satu minggu kemudian, Tara tahu ia akan memimpikan Ranmu di Kathmandu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s