Mata Para Nenek

By

:D.C.

Banyak hal yang dimulai dari sapuan kuas di mata kiri mereka.

Satu windu bagaikan kesurupan, berkanvas-kanvas perempuan itu mengitari warna, menorehkan segalanya. Semua pesan dari semua nenek yang melewatinya. Semua cerita perempuan. Yang melawan. Yang bertahan. Yang hidup. Yang tegar dan tak tumbang-tumbang.

Menelusuri semua akar leluhur yang mengakar mencengkram fondasi tanah Jawa ini. Semua doa dan angin seolah berhembus melampaui sekian generasi.

Di kuburan massal itu, seolah mataku tersilaukan oleh cahaya. Yang menerangi gelapnya sejarah tanah ini. Menerangi semua ketidakadilan yang dilakukan terus menerus dan mereka tak tergerus oleh zaman. Senja yang ramah.

Bunga yang tersebar. Simbah penjual kembang yang tersenyum lebar. Bagaikan kantil kuning yang menerpa, menyapa hati untuk tetap percaya. Pada kebenaran yang serupa api abadi yang tetap menyala di sanubari kita yang tetap melihatnya.

Boyolali, 8.8.2024

Posted In ,

Leave a comment