Menyepi

Di tengah keriuhan kota

Aku menyepi di antara kerindangan pepohonan

Menatap sawah-sawah yang melenyap bersama senja

Bernafas pada ruang-ruang kekosongan

Berbicara di inti kehidupan

yang jauh dari suara-suara

 

Lelaki,

sudah tak henti-hentinya kau berlari

dari dirimu sendiri

dari dunia yang mencoba merangkulmu

tanpa henti

 

Apakah kedamaian dalam rengkuhan

Tak pernah cukup

Apakah kepulangan adalah kekalahan bagimu

Sebagaimana begitu dekatnya

Kau yang mengejar kunci kata kematian

 

Hati yang terbuka

memang mudah terluka

Namun hati yang mengenal cahaya

juga kegelapan

selalu kubawa bersamaku

tinggal dan pergi

 

Tapak perjalanan masih membekas

yang terberat selalu

sekian perjalanan yang ke dalam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s