sejauh mana sebenarnya kita sebagai perempuan bertahan dan mempertahankan hidup kita. mengapa membaca kartini akhir-akhir ini membuat saya tetap ingin menangis. apakah tidak ada yang berubah dalam sejarah kita. mengapa kita berbagi kesakitan-kesakitan yang sama.

yang di kepala saya adalah pertanyaan yang terulang dan terulang kembali. tanda tanya hilang dan hanya berputar di arus waktu, serta gugatan atas tubuh. atas kendali tubuh dan ruang yang sedang saya lakukan.

ah, hanya kedirian ini yang akhirnya saya pertahankan. lalu anak saya, yang berlari-lari menyambut saya di pintu rumah serta mencari kehangatan di dada saya. dari banyak hal, hal inilah yang seringkali membuat saya menangis haru dan melangkah maju.

paringono gusti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s