Wahai, sayang adikku sayang
Tidurlah adik ditanganku kiri
Dan uraikanlah sanggulmu
Serta tanggalkanlah subangmu
Biar kuselipkan di bawah bantal, yayi ..
Aduh, mengapa, mengapa juwita
Tuan malah menelungkup guling?

Lebih baik dadaku
Agar menular semerbak wangimu
Maafkanlah, oh diah ayu
Semoga tuan perkenankan
Agar terbalas kasih beramuk di hati ..
Menelungkup rapat mesra
Disela-sela buah dadamu, gusti

Alangkah gembira ria hati
Meskipun jalan pati, o yayi
Menggilas ganas hingga remuk
Itu bila juwita menghendaki binasa

Tersilah! Terserah padamu jua ..
Hanya pintaku nyawa
Jangan tuan kuburkan di bumi

-Burat Wangi, gubahan R.T. Djojosaroso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s