pk. 07.00

di dalam sajak kau gali maut dengan tanganmu sendiri, dengan jemari
yang telah memperkosa ibumu, mencerabut zakar ayahmu.
kau bilang itu kubur, padahal hanya dengkur. lalu kau bacakan
dongeng sebelum tidur, yang kau pungut dari televisi atau koran pagi
atau obrolan sore

warung kopi, kau hamparkan di tubuhku
selimut tebal, membiarkanku sembunyi dipeluk mimpi.

esoknya,

matahari mencubit mataku. kau baru saja terjaga
membuka jendela dan berdiri di sana
menanggung sejarah yang tertanam di punggungmu.
kau rindukan malaikat yang akan merobek dada dan merampas empedumu
yang mengajarimu membaca alif qaf ra
sampai kau lari terbirit pulang ke rumah.

“tapi kita bukan nabi,” keluhmu.

jam dinding menunjuk pukul tujuh.

-nuruddin asyhadie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s