Lagu, Betapa Tidak Sempurnanya Dirimu!

Kami lima ribu orang
Terkurung dalam bagian kecil kota ini
Kami lima ribu orang
Berapa banyakkah dari kami di seluruh negeri?

Bagian yang begitu besar dari kemanusiaan
Dengan rasa lapar, dingin, horor dan kesakitan
Enam dari kami telah hilang
Dan bergabung dengan bintang-bintang di angkasa.

Seorang dibunuh, yang lain dipukuli
Sebagaimana aku tidak pernah bisa membayangkan seseorang
dapat dipukuli
Empat yang lain hanya ingin mengakhiri
Rasa takut mereka

Seorang melompat jatuh hingga mati
Yang lain membenturkan kepalanya ke tembok
Tetapi semuanya
Melihat lurus ke dalam mata kematian.

Kami adalah sepuluh ribu tangan
Yang tak lagi bekerja
Berapa banyakkah dari kami
Di seluruh negeri?

Darah yang telah ditumpahkan dari kamerad Presiden kami
Memiliki lebih banyak kekuatan daripada bom dan senapan mesin
Dengan kekuatan kepalan kolektif kami yang sama
akan menyerang lagi suatu hari.

Ah, lagu betapa tidak sempurnanya dirimu
Ketika aku harus menyanyi dalam kengerian!
Aku tak bisa karena aku masih hidup
Aku tak bisa karena aku sekarat

Adalah menakutkan untuk menemukan diriku sendiri
Hilang dalam waktu yang tak terbatas
Yang mana diam dan teriakan
Adalah yang menjadi tujuan laguku

Apa yang aku lihat, aku tak pernah lihat
Apa yang aku rasakan dan pernah aku rasakan
Yang akan menjadikan waktu bersemi kembali
Yang akan menjadikan waktu bersemi kembali.

Ah, lagu betapa tidak sempurnanya dirimu
Ketika aku mencoba menyanyi dalam kengerian
Ah, lagu betapa tidak sempurnanya dirimu.
Ah, lagu betapa tidak sempurnanya dirimu.

Puisi oleh Victor Jara
Stadiun Nasional Chile, September 1973

Diterjemahkan oleh Astrid Reza, 17 Februari 2010.

Puisi di atas ditulis di kamp konsentrasi, dihafalkan diam-diam dan diselundupkan keluar oleh tahanan politik lainnya. Ditulis oleh penyair, penyanyi lagu rakyat dan dramawan Chile, Victor Jara, sesaat sebelum dia dibunuh pada tanggal 17 September 1973.

letter for a friend II

there’s just too many coincidences
looking at our own lives
even when we are at the very end of the world
separated by miles
time and space
and our very self

thought my happiness is your happiness
your happiness is my happiness
i wonder if i ever would shake
just a little congratz

maybe by the air we breath
i wish you the best:)

ps: o yeah, btw your little nephew is about to pop up in 7 weeks time

a letter for a friend I

we had traveled far
since last year that we parted
without a single word of goodbye
we are the kind of people who hate to say those words
good and bye
it just doesn’t go together

it just a shake
or it is just a hug
those awkward moments
i had kept it in my pockets
in every step i took

we had to go to every direction
sometimes we decide
or sometimes we follow

i had come to this step
to search you
where are u now?

and like always
you always carry all those frozen moments with u
like some kind of souvenir
from very far away

it always breathtaking
how you catch all the things in the world
in a single shot
sometime i want to cry badly looking at it
just in those blessing eyes

you often froze kala
and i could not describe those feeling
when i saw u
the sense of momentarily presence
those immortal beings

like always
just a shake
and we run around in this world like crazy

long suicidal talk

it was that vague pain in memories that i have to deal with
it is no either, myself
that i had cried for
scream for
kill for

i had vanished in the eyes of the buddha
ganesha gave me a padma
and how the buddha put me inside the lotus

i had been washed
by some tears and blood
my bloody own

i had search till the journey end in this world

just to be compassionate
to the being
to myself