Mencatat Phnom Penh

Luka rahim itu diturunkan

Sekian generasi kemudian

Kesunyian di antara rawa-rawa

Melingkupi awan gelap yang tak sudah-sudah

 

Seolah cuaca akan selalu mendung

dan masa depan selalu muram

 

Pada monumen batu dan tengkorak

Beginilah dunia pernah kita biarkan terjadi

Pembunuhan demi pembunuhan yang menjadi ladang

Gelap dan pekat udara

 

Luka pada rahim itu diturunkan

Begitu juga semua emosi sakral kita yang terdalam

Seolah tak ada yang selamat dari semua bencana kemanusiaan

 

Bagaimanakah caranya menyalakan hati

Pada roh-roh yang menghilang di dinding gedung sekolah

Bagaimana cahaya menemukan jalannya

Dalam kawat penjara yang dibiarkan masih disana

 

Mungkin bukan hari ini diriku akan paham akan semua

Karena di negeri kami

Luka dalam rahim kami pun diturunkan dari sekian lama

 

Dalam lingkaran sakral semua perempuan sekian hari ke depan

Diriku akan menenggelamkan diri

Mungkin dari kegelapanlah

Seluruh teratai satu negeri akan bermunculan

Dan tak hanya menjadi hiasan dalam kuil-kuil semu jiwa

Advertisements

2 thoughts on “Mencatat Phnom Penh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s