Silat

: T.W.

Malam ini kita tutup dengan sekian gerakan silat. Dengan pelukan yang tak terlalu erat namun hangat. Kau menatapku lekat. Aku menatapmu lekat. Mungkin inilah kesementaraan yang akan selalu kita kenang. Kau mengusap kepalaku dan aku menaruh kepalaku di lingkar bidang dadamu. Seperti biasanya.

Aku akan menemukanmu kembali ketika segalanya membaik. Ketika segalanya menjadi momen yang tepat. Tak ada yang salah dengan semua hal yang telah lewat. Degup jantung kita hanya kita yang benar-benar tahu letaknya. Rasa yang mendalam itu hanya kita yang mengetahui ketika kita sama-sama menghela nafas panjang.

Kau menemaniku sejauh itu dan sejauh ini. Dan untuk saat ini segalanya cukup. Mungkin aku akan tersedan sedikit namun tak lagi tertahan segala yang sudah seharusnya tumpah ruah. Segala rasa yang tak lagi menjadi sebuah kelemahan namun perlahan menjadi suatu kebanggaan untuk tetap tumbuh dan hidup.

Aku tahu dan aku percaya kita akan sama-sama menguat setelah semua ini, setelah sejauh dan sedalam ini. Kita masih berupa aliran sungai yang tak lagi kering, namun mengalir sepenuhnya ke satu tujuan. Segala doaku kuhembuskan kepadamu. Segala yang menjagaku akan menjagamu jua. Dengan segala kekuatan roh kehidupan yang ada padaku, aku memberkatimu, cintaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s