Menuju Selatan

Aku rindu bau laut itu. Sendirian. Samudera lepas yang mengosong pada entah. Aliran pasir yang mengalir di antara sela jemari kakiku. Bau asin yang menguat di udara. Rambut yang terbawa angin, lembab dan melengket ketika pulang. Dan semua perjalanan menuju laut yang selalu-selalu menjadi ritual kesendirianku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s