Mimpi yang Kedua

Ia merangkak di tengah-tengah tanah yang selalu menahanmu pulang. Kau tak lagi mengingat-ngingat sekian percakapan yang terjadi di sana. Hanya di mimpi ini, segalanya menjadi terlalu jelas. Sejelas jalan-jalan dan ramalan yang berkelok untuk membawamu ke sana. Ke tempat yang kau tahu kau akan selalu datang. Kau terbangun dan mungkin saja, hanya menunggu sepasang tangannya untuk menyambutmu penuh. Jika ini semua bukan mimpi yang sejenak dan berulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s