mungkin kita memang akhirnya berbicara melalui mimpi

pada tutup gelas yang coak menghantam lantai pagi ini
seolah-olah segalanya melambat
dan kita berdua sedang terdiam
aku tak tahu lagi dimana gemerisik hatiku menyimpanmu
sosokmu memelan dan kehilangan kata dan aku sedang tak ingin digapai
siapa-siapa
jalan yang terbuka ke depan
adalah dimana tapakku akan tetap melangkah
aku tak tahu apakah kau akan masih meraih tanganku dan berjalan bersamaku sekarang
karena waktu, sayangku
akan memilahmu dengan kejam
ketika kau hanya berdiam
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s