purnama biru ungu
:i kadek dedy sumantra yasa

dini hari pukul satu
sekelopak teratai
terkembang di langit biru ungu
berubah menjadi phoenix
menggenapi hitungan abadi siklus rembulan

terang purnama
menerpa wajah anak kita
yang bagai kilau mutiara
sungguh putih
sungguh bersih

dari arah istana
angin berhembus
membawa gema suara kodok
dan igau para kucing
yang samar terdengar seperti ngorok macan-macan jinak
di latar hutan yang lampau

aku melihat seekor siput dengan lambat mengitari batu
dan dua ekor semut merah menjelajahi lantai malam
alangkah hebat nuansa alam
pada gerak nafasnya
yang tak lekang waktu

oh, kekasih
di dalam
di tengah kembaramu
kita berhadapan pada batu-batu
yang selalu menjadi penanda akan sesuatu
oleh orang-orang di masa lalu

bendera merah terkibar di sebrang pelataran
menandakan hidup
yang kita tahu
adalah perjuangan yang tanpa henti

demi bhumy
demi atisha,
yang belum sampai pada rahimku
tapi sudah menunggu di depan pintu
aku masih akan tetap mendampingimu,
selalu

batutulis, 11 maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s