aroma teh hijau dari pagar rumah kita
:asabhumy

aku mencium bau teh hijau
dari lukisan-lukisan yang tengah dibuat ayahmu
menyambung bau dupa yang tak putus-putus
yang dinyalakan oleh roh pemilik rumah yang kita tempati

aku mendongengimu tentang nuh yang bukan dari kitab
lalu ayahmu membuat layar merah terkembang
di depan rumah
sahabatku berpikir kita harus segera membuat perahu
sebelum seluruh es di seluruh dunia keburu mencair
dan kita hilang
seperti es batu
dalam segelas jeruk nipis beraroma daun mint

dunia seperti sepoci teh keramik dengan tutup kodok
yang telah pecah
aku mencoba membaui masa depan
masa depanmu

salah satu kakekmu bermimpi
dan ayahmu juga bermimpi
kau sering mengajakku berjalan-jalan hingga subuh
kemana kau sebenarnya ingin membawaku, nak?

satu sosok mungilmu
dengan rambut putih sebahu
ayahmu menunggu di ranjang warna merah
dan dia akan bangun pucat jika kita tidak segera pulang
bergelung di sisinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s