percakapan di gurun-gurun
:sakyathara

bahkan
pada saatnya sekarang
aku masih berada di gurun-gurun sepi
yang tanpamu

kemanapun aku menengok
badai pasir menerpa kelopak mataku
dengan lembut

dan mataku terkadang masih pedas
perih
dan merah

menangisi dirimu masih setelah sekian ribu tahun

aku selalu sedang
membayar karmaku
perlahan

dalam puasa
dalam diri
bahkan guratan pisau
pada nadi

kuhela nafasku
dan badai pasir masih mengelilingku

sepertinya bumi telah berbisik:
ia akan datang di suatu saat yang entah, namun pasti

aku masih berdiri
dalam posisi mudra
menunggumu
hingga kuselesaikan
karma ini

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s