Drama Malam itu
:rahwana yang berwujud bima dan ganesha

Sudah tumpah ke dunia
Segala yang sudah lama tertahan
Di depan teras kita malam-malam
Sehingga kau nyaris mengepak tasmu
Dan pergi lagi

Aku nyaris bunuh diri di tempat
Setelah berkali-kali
Menemukan
Dan ditinggalkan
Sendirian

Namun kau tidak pergi malam itu
Dan itu sudah cukup
Tanpa kau bilang apakah aku akan tahan
Apakah aku akan menunggu
Karena aku selalu disana
Bertahan
Menunggu
Dan mencintaimu selalu

Begitu rupa
Aku telah mencintai sisimu yang dasamuka
Sehingga aku menceburkan ke dalam api cinta
Bukan untuk rama
Bukan!

Hanya pada momen-momen yang rapuh dan di titik-titik nadirku
Akan terlihat bahwa akupun
Hanya perempuan yang biasa-biasa saja

Namun untukmu
Titik api ratusan derajat celcius
Tiada berarti

Karena cintaku telah berupa pasir abu
Kepadamu, seorang
Selama empat tahun lamanya

Rumah Adhyaksa, 22 February 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s