untuk hujan yang mulai jarang

:e.e.

aku melihatmu
menapaki jalan-jalan
basah

segala yang dilihatmu
membuatku miris

oh, dadaku…
biarkan yang harus mengalir
tetap mengalir

walau darah
walau duka
semata…

di tengah-tengah gurun itu aku masih menunggumu
selamanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s