pembunuhan kesekian puluh
:ibu

dimana-mana saya melihat darah
luka dan airmata
jatuh dimana-mana
lumer seperti sirop merah pekat

menetesi bumi di bawah kaki saya
seorang nenek membunuhi anaknya
untuk kesekian puluh kalinya
hingga ia benar-benar mati

semua orang meratapi bumi
sepertinya kiamat memang sudah benar-benar dekat
dan bukan datang pada hari jumat

decak hanya muncul pada orang-orang yang melihat
bukan yang pada tidak percaya

telah ribuan kali kukitari bumi
dan tidak pernah melihat bencana datang sedemikian menyedihkan
hingga koyak moyak segalanya

saya telah bersijingkat
membuat tanda cakra
dan pergi
begitu saja

Advertisements

2 thoughts on “

  1. Saya jadi teringat kisah seorang pelaut. Ia berlayar ke timur nun jauh di sana, namun pada akhirnya ia kembali ke tempat semula. Kembali merasakan sedu sedan yang membuncah di dada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s