: sebuah cerita tentang sebuah kamar

dan ruangan putih di lantai dua dengan jendelanya menjadi tempat dari map-map yang hampir hilang. terlalu banyak orang dan terlalu sedikit orang. sedangkan kota-kota semakin tiada bahkan dalam ingatan yang bersumber pada benjolan di sebelah kanan kepalaku yang memekak tipis setelah kecelakaan.

aku kehilangan tumpukan buku dan gulungan peta-peta yang semula menumpuk di pojokan sana. semua foto-foto menghilang dan sangat berantakan.

aku bahkan sempat mendata orang-orang yang datang dan pergi, kemudian membuang semuanya keluar dari jendela lantai dua. bak sekertas putih aku menunggu noda-noda yang akan ditinggalkan hanya olehmu. yang penuh warna.

ketika segala hal sungguh-sungguh sudah berada di luar sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s