setelah ASA

aku selalu lupa pada waktu ketika berjejer gelas kahlua diselingi percakapan yang tak habis-habis. orang-orang pergi moshing ketika musik mulai menghentak. pada kawan-kawan dan orang-orang yang percaya revolusi tidak datang besok pagi, dunia terasa berputar.

pita hitam dengan peniti bertengger di pinggiran jaketku dan juga pada atribut setiap orang yang lewat. yang kukenal, familiar maupun yang asing.

pada tatto yang sedang dibuat, pada tarrot ramalan yang sedang bergerak, pada piring yang menumpuk dan gelas yang berdenting, musik masih menghentak di malam yang semakin panjang dan gelap. percakapan bergema pada rintik sound hitam yang mendentam. masih tak habis-habis.

dan raut-raut aceh yang kutemui masih menyisakan dedak hitam di bawah lingkaran matanya, juga gambar-gambar di setumpuk koran pada meja pagi.

sekeping tombol kutekan semalam dan pada pulsa yang nyaris sekarat, alunan reggae mencapai telingamu di kutaraja. kuharap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s