sesungguhnya bagaimana mereka akan mengenang nama-nama dalam sebuah buku yang sedang kau pegang tadi siang. kita selalu tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang kita buat. pada sekian refleksi atas dua buku yang kita bicarakan, sepertinya kita melihat kilasan jejak diantaranya nyaris seperti apa yang sedang kita lakukan saat ini.

pada titik-titik tertentu, seandainya kita masih mempercayai sesuatu. sesuatu yang tidak pernah kita khianati. tetapi hal itu seperti bentuk canda yang nyaris terlalu serius. lalu kita masih saja mentertawakan bentuk-bentuk di udara yang sedang kita salin di kepala. semuanya tiba-tiba terlalu menghambur dari dalam dada. banyak hal masih tidak kupercaya.

dan aku masih tertawa, seandainya semudah itu meninggalkan sebuah airmata semudah sebuah tawa. aku melihat 3600 detik melintas di depanku lalu dirimu melintas di depanku.

di atas semua ini, aku masih sangat ingin menyeretmu. dengan sungguh.

Advertisements

One thought on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s