:sebuah dongeng untuk siapapun nanti

aku baru saja jadi seorang tiran di kamar mandi, pagi-pagi ketika hari nyaris subuh. membunuh sekian puluh semut dalam satu dua kali siraman air dari gayung. menenggelamkan mereka dalam air bah yang menggenangi lantai putih sedikit kekuningan itu. tidak ada yang menduganya, sepagi itu. banyak semut-semut yang mati dengan massal. dalam lubang aliran air membawa mayat mereka entah kemana. ke arah laut yang tak sampai.

mengingatkanku akan mayat-mayat pembantaian, ladang-ladang pembantaian, dari manusia, binatang, hewan-hewan sampai robot dalam tampilan kartun animatrix.

kemudian, hari ini terulang lagi. aku menjadi tiran kembali dan semut-semut kali ini pantang menyerah dan bergantungan di gagang sikat, sebagian tenggelam dan mati lagi, sebagian bertahan dan kubiarkan. benar-benar tanpa perasaan, selain kantuk yang masih terlalu mendera.

kekejaman ini dimulai seminggu yang lalu, ketika satu rumah mulai dikelilingi oleh semut-semut hitam yang berbaris dimana-mana. gelas, piring, kamar mandi, lantai, tempat tidur, jari-jari tangan, kaki, tirai, kaleng dan sebagainya. lalu kami muak dan aku pun muak.

yah inilah, kekejaman bercampur kesedihan dalam keadaan tak tersadarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s