:sebuah ringkasan matamu

aku sedang memandangmu, setengah duduk dan tersenyum. kau sedang sibuk berkutat di depan komputermu, kotak monitor ajaib itu, kelahiran teknologi manusia yang kesekian kesekian. terkadang hal itu membuatmu begitu jauh, terutama matamu. menjauh dariku, dari ruangan ini dan segalanya.

aku sedikit menggeserkan bantal, membetulkan seprai yang kau betulkan tadi pagi, sudah kusut lagi, aku merasa sedikit bersalah. sedikit. tapi aku masih memandangmu, sedikit iri dengan apa-apa yang kau kerjakan, aku merasa menjadi mainan yang terlantar di suatu sudut kadang-kadang dan suasana seperti sering membuat setitik rasa nyeri di dadaku.

sudah nyaris setahun, kita bertukar nafas. saling memberi kehidupan satu dengan yang lainnya. aku tak ingat, sejak kapan kita sudah bergenggaman tangan. hanya beberapa kelebat malam yang kesepian dan kita berdua yang tidak tidur sampai pagi. lalu kita sudah sampai disini, bukan sekedar lagi berjabat tangan bila bertemu, tetapi berpelukan sampai pagi.

aku suka melihatmu setelah mandi, melihatmu berganti baju. kau sama sekali tidak seksi dalam ukuran standard dunia ini. lekuk tubuhmu nyaris seperti laki-laki, aku sempat berpikir mungkin aku sedikit homo karena aku menyukai tubuhmu. yang lebih seksi bila memakai pakaian dalam merah muda garis-garis dengan gambar kartun kucing. komikal, tetapi seksi bagiku daripada melihatmu dengan lingerie. aku berpikir lagi mungkin aku sedikit paedofil.

aku sedang membakar tungku siang tadi, tapi malam ini aku ingin membakarmu lagi. untuk kesekian kali…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s