kita mengenali luka dari bentuk tubuh, tetapi jiwa, seperti lukisan tatto di tubuhmu, dia akan ada selamanya. bukan hanya sekedar luka-luka belaka. begitu juga tentang cinta. kita tidak mengenalinya dari bentuk tubuh, kita mengenalinya dari dalam sini, begitu tunjukmu pada dada. tetapi seingatku disitulah letak jantung, letak kunci hidup.

aku mengenali cinta dari bungkusan plastik sisa soto yang dia jual sepanjang siang, untuk makan malamku yang mulai jarang. makanlah, begitu sahutnya, sambil menebar semua bumbu di mangkok kami, tengah-tengah malam. semangkok soto yang tidak mengenal cuaca selalu menghangatkan hati yang mulai lelah, menutup hari dengan sendok-sendok perak.

begitulah, seperti sebotol orange juice dan sekotak susu bendera coklat yang kita beli malam-malam di circle k, sebelum menuju utara. kita berguman sepanjang jalan, sambil minum di atas motor yang tengah berjalan, berbicara tentang hidup sambil melewati jalan-jalan penuh dengan tutup botol. satu-satunya keunikan yang kita temukan lagi-lagi hanya di kota ini.

lampu bohlam berwarna merah meyambutku di pagi selanjutnya, kau akan terbang ke timur sana? tanyaku, setelah baru mengenalmu beberapa hari. aku seperti merasa kehilangan sesuatu yang sudah lama melekat. di rumah pantaimu, lihatlah ke lautan sekali-kali kawan, angin selatan akan membawa kabarku menuju rumahmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s