entah jarum jam yang berusaha menggodaku sedemikian rupa, ataukah menunggumu yang membuatku menjadi sama gelisahnya. sejenak aku berhenti pada lagu yang dimainkan oleh seorang pengamen di bis yang sedang berjalan, sejenak lagi berhenti pada lagu yang sama dinyanyikanmu persis satu sentimeter di telingaku suatu malam. lalu apa yang akan menunggu di belantara yang memang bukan kota kita itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s