tetapi saya masih disini, memelukmu seperti ini. memeluk diri dan tidak lagi mengenali yang mana milikku dan mana milikmu. saya sudah lupa, dimana seharusnya kita berhenti, dimana kita seharusnya menarik nafas tanpa mengacaukan suhu udara di sekitar kita. lalu saya mulai menggilai apa-apa yang di sekitar saya, termasuk semua segala pasang benda dan mata yang sama-sama kita taruh di atas meja pagi itu. tetapi lagi-lagi saya tidak mengerti, mengapa saya masih disini lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s