Gelisahkah kau benar-benar? Malam-malam ini benar mengganggu kita, hari-hari makin mendesakkan kita ke sebuah tembok. Kita sama-sama tidak bisa berdoa, karena masih adakah Tuhan di ruangan ini? Hanya menunggu seribu waktu yang kian tak menentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s