lelaki jalang kenapa telanjang, liar dan sendiri? adakah hawa meninggalkanmu sedemikian rupa, lupa pada dirimu yang polos tak bernama, cuma sisa-sisa seorang adam. lelaki jalang kenapa telanjang di depanku, sedikit garang dengan mata menantang. bukan, aku bukan hawa yang mengambilkanmu buah kurdi atau yang keluar dari rusuk kirimu. aku hanya seorang perempuan yang mengajarkanmu bercinta di atas kasur ranjang. aku tidak mengambilkanmu buah kurdi, aku hanya memintamu menyentuh kedua buah dadaku. juga aku keluar dari rahim ibuku setelah delapan setengah bulan mendekam, bukan dari rusuk kiri seorang adam.

lelaki jalang kenapa kau masih telanjang, duduk termenung di atas jendela kayu itu. menatap entah, menatap mataku terkadang, menatap dengan jalang. lalu tatapanmu pindah kembali mengamati alang-alang, kau mendesah pendek “rumput-rumput malang…”.

sore menjelang, dari sisa langit-langit yang kupandang terbalik, aku masih menemukan sosokmu telanjang duduk di dekat jendela. sudah berapa lama kau disana, wahai lelaki jalang? semenjak cumbu embun dan bibirmu berhenti, begitu jawabmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s