cerita kesembilan untuk qq

sembilan belas tahun sudah kulewati semenjak kuhirup udara di luar udara dalam rahim ibuku. ah yah, tepat hari ini katamu mengingatkanku, doamu agar kudapatkan suatu kehidupan yang indah. ah yah, lagi-lagi katamu semoga kau terus menulis, lalu untuk bersikap lebih dewasa dan terakhir untuk mencintai orang yang dicintai. yaitu kau!

aku ingat tiga hari yang lalu, di antara deretan kabel dan hati yang nyaris rusak. kita menyusun rencana paling gila, lebih gila daripada yang pernah ada, segila-gilanya. untuk mempertemukan tiga orang dengan kepala dan hati yang berbeda-beda, lalu menyatukannya dengan damai dan geleng-geleng kepala. cinta segitiga, bukan segi dua, segi empat atau segi-segi lainnya. kau gila, rutukku dalam hati. tapi kau tahu itu, aku pun tahu itu. kita selalu lupa sampai batas mana kewarasan kita pada tatanan ideal dunia nyata. namun dunia mimpi pun tidak sejentik jaripun pernah kita sentuh air segarnya, dan yah lagi-lagi kita tahu itu.

ceritaku menjadi jengah sewaktu aku tenggelam di dalamnya, masihkah ada cemburu di hatimu? aku pun tak mengerti, hanya kosong, hanya melompong, bercinta tanpa cinta itu sendiri. karena hanya kau yang tahu bagaimana membabibutanya tulisan-tulisan rinduku yang terkumpul seratus halaman lebih panjangnya selama setahun terakhir. kumpulan tulisan itu akan kubukukan secepatnya, kuberikan dengan semua hati dan darah yang tertinggal di dalam nadi. kau ingat denyut kita hari itu? berkejaran seperti sepasang kupu-kupu di musim kawin, lukisan memang indah, tetapi goresan selalu kasar dan kusam.

bogor-jakarta, 4 april 2002

aku ingin menemui padang pasir
berlarian di atas butiran-butirannya
berenang di antara lautan dan sungai
bercinta di antara rerumputan
bebas, merdeka dan bercumbu tanpa ragu