cerita keenam untuk qq

gagang telpon bergantungan di tembok kusam, karena yang tersisa hanya suara-suara kerinduan yang penuh kegelisahan. resah, desah lalu mengeliat pelan, semuanya masih berdetak seiring jam dinding di tembok seberang. pukul satu pagi, tubuh mereka berdentang, pada lantai hitam dan kasur kapuk. pernahkah terpikirkan untuk berhenti pada puncak pertentangan, perang dan segala kegaduhan? mereka masuk beriringan, kamar di selatan dan kamar di utara jalan. beronani sendirian dalam kegelapan untuk satu malam yang binal, lagi-lagi sendirian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s