bibir

dari dua ujung bibir itu

ada yang terhambur

dan membuatku tuli

dari dua ujung bibir itu

ada yang tercurah

dan hatiku buta

dari dua ujung bibir itu

ada yang tertusuk

dan maut merangkulku

12.07.01|daw

semoga

:a.r.s & a.r.s

bertiga

kita menjadi rupa

dalam suka

dalam duka

mencari sukma

mencari jiwa

mencari cinta

kita tak pernah lupa

bertiga

di antara tawa

dan digores luka

merata

kalian berdua

jangan lupa

kita pernah bertiga

dua kawanku

berbahagialah

kita masih bersama-sama

semua itu masih ada

dalam dunia kita

12.07.2k1|daw

jika masih saja ada yang kurenda-renda

kupintal-pintal menjadi gulungan-gulungan waktu

tak kan ada habis-habisnya

seperti juga luka-lukamu

yang berulangkali kubalur-balur

tak jua menutup-nutup

begitu sukanya ia bermain dengan kata-kata sehingga suatu hari kata-kata itu kehilangan maknanya. seperti akrobat yang berjungkir balik ataupun permainan komidi putar yang seolah-olah tak akan pernah berhenti. pijakannya hilang. setengah sadar ia memuntahkan semua sumpah serapah. yang tersisa hanya kata-kata tanpa makna tak lagi berbentuk caci maki. setengah gila ia membacakan puisi-puisi. yang tersisa hanya kata-kata tanpa makna tak lagi berbentuk rangkaian sajak-sajak.

keesokan harinya, dia tersenyum begitu beku. karena kata mati dan maknanya telah ditemukannya kembali, ketika tubuhnya terhempas dengan tanah dari gedung lima tingkat itu.