malam minggu yang sepi

adi berangkat ke seattle kemarin sore

alia ngajakin ceting malam ini

octo kembali ke jakarta hari ini

hidup yang datang dan pergi

juga cinta yang datang dan pergi

dan kau…

dan aku…

matilah aku ditelan lautmu

yang dalamnya sungguh menenggelamkan

dilahap aku termegap-megap

berdesah-desah

bernafas dalam pelukanmu

seolah-olah semua rindu pun tak akan habis-habisnya

lubang hitam-mu

menelanku hidup-hidup

komentar-komentar kecil nan menggoda dari orang yang tersayang, terkadang meninggalkan bekas-bekas manis yang sering kita sendiri tidak menyadari

dunia pun tertawa di antara lirikan matamu…

mengapa harus dilupakan

atau harus pura2kah kita untuk tidak tahu

apa karena luka-luka

mereka tetap dibiarkan menganga

dan terus membusuk

apa karena begitu sakitnya

dan juga begitu busuknya luka itu

sehingga harus didiamkan

lalu mengapa kau pura2 tak peduli

sedangkan kau tahu apa yang terjadi

hanya karena semua tak peduli

bicara apa?

aku bicara soal ACEH!!!

dan yah aku gagal…

harus bilang apa?

larut?

oklah, gak perlu panjang-panjang

kau tahu apa yang kau sendiri lakukan

kau tahu sejauh mana kau berusaha

dan mengapa semua itu bisa terjadi

kau juga tahu apa yang harus kau lakukan sekarang!!

klo dipikir-pikir bilamana laki-laki nulis tentang perempuan bisa berjuta2 deh maknanya en juga lengkap kosakatanya, dari yang paling indah ampe yg paling ancur. hmm, klo perempuan nulis tentang laki2 apa bisa sekreatif itu? agak jarang bukan? en sulit untuk jadi deskriptif. pernah ada nih diskusi di milis, yg ada pada saling kompor2an euy:P

mmm jadi pengen baca “kill the radio”-nya dorothea rosa herliany, penasaran.