masa-masa ceria dan masa-masa tawa
yang terkadang membuatku cemburu dan merindu
kubuka album foto, yang tersisa hanya kenangan-kenangan beku
kawan lamaku bilang, flashback-flashback yang tak terbendung
di mimpiku terkadang dan juga di mimpimu
kenapa kau rindu kataku
sangat…jawabnya memelas
di antara titik-titik ketikan panjang

kau ingat waktu kuminta kita semua berjalan ke rumahku
di antara trotoar-trotoar kota kita
di antara payung-payung pepohonan kota
aku ingat, waktu itu kau sedikit gila
kau begitu takut naik angkutan kota
dan aku tertawa terbahak mengingat saat itu
tapi tetap saja kutemani kau berjalan kaki
walau udara cukup panas
dan keringatmu mengalir peluh

terkadang aku bingung akan sikapmu dulu dan sekarang
kau berubah 180 derajat
kau bingung?
tidak juga, kau lucu kawan kataku
dan anehnya sekarang pandangan kita mirip
dulu kita begitu bertolak belakang
walau cara kita mungkin akan berbeda
aku tidak bisa meramal masa depan…

kau disana dan aku disini
utara dan selatan
tapi pikiran kita satu kini
menuju khatulistiwa

kapan kau pulang?
kata-kata yang keluar berbarengan di dalam pikiran kita
inginku secepatnya
aku juga…
tiba-tiba aku ingin bertemu…entah kapan…aku ingin bicara lagi denganmu
bicara masa lalu, masa kini dan masa depan

*suatu pagi, percakapan di icq, april 2k*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s