hari ini panas cukup menyengat
namun angin masih sudi menemani
naik bis kota, dengan standard suatu negara maju
dan tentu saja ber-ac

melihat manusia-manusia berlalu lalang
rokok, cappucino, dan bau masakan itali
gaya-gaya jalanan
dari gothic punk sampai gelandangan yang masih bermimpi di depan
pintu sebuah toko

entah apa yang kucari hari ini
kawanku mengajakku melihat-lihat baju
tak sengaja kutemukan coat-panjang tipis dengan harga sangat murah
tidak membutuhkan waktu lama bagiku untuk memutuskan

pelayan toko itu sungguh ramah
kami berbicara denganmu mungkin hampir satu jam
sejak kubayar coat panjang itu
mungkin dia sendiri sedikit kesepian di toko pojokan itu

dan dia berbicara, berbicara dan bercerita
tentang masa-masanya yang seperti kami saat ini
tentang ujian, sekolah dan guru
disumbangkannya dengan sukarela pengalaman-pengalamannya

dia sedikit mengeluh
tentang tingkah laku “segerombolan suku asli” di toko itu siang tadi
aku tak memberi komentar, hanya temanku yang menanggapi
aku hanya diam, merasakan mereka korban sistem pemerintahan yang
dianggap “adil”

antara yang dirampas dan yang merampas
batas-batas tipis
“the lost generation”
sebuah penghilangan kebudayaan dan ras kehidupan

kami beranjak
berbalas senyum dengan pelayan toko itu
kawanku berkata
“it’s a great bargain hey? and the lady is really nice”
“yeah” kataku pendek

tak lama kumasuki toko buku
toko itu baru, tertata rapi
sebuah tempat yang tenang
seperti sebuah perpustakaan kecil
lengkap dengan bangku untuk duduk sejenak

kawanku ikut masuk, dia melihat beberapa buku2 seni
aku masih menelusuri isi rimba surga itu
tak lama kurasakan kawanku mulai jenuh
cepat-cepat kubayar buku camus “the plague” dan sebuah buku digital
photography yang kutemukan di rak buku2 itu

mendekati sore kulewati satu stand majalah
kutertegun sejenak
melihat cover majalah sebuah majalah worldwide terkemuka
sebuah publikasi yang mungkin entah meraup berapa banyak keuntungan
sampai detik ini

parang, darah
mayat terikat
telanjang
tak berkepala

dan bah!
masih juga kutukarkan selembar kertas terakhir yang kupunya
untuknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s