Manusia dan Cinta

Manusia mengenal cinta dengan caranya sendiri. Ia mencinta, mencinta dan mencinta walau ia tak pernah memilikinya. Cinta datang dan pergi, cinta mengetuk dan meninggalkannya, cinta berbisik dan bermain dengannya. Tak habis2nya ia mencinta, tak habis2nya ia memujanya, tak habis2nya ia mengejarnya ke angkasa keabadian. Bagai ombak di lautan yang berkejar2an, berputar-putar dan mengikis pantai. Mengikis dirinya hingga luluh, tersapukan, terhanyutkan, tak berbekas…

Manusia terpesonakan akan cinta, termabukkan dan terjatuhkan oleh karenanya. Ia terhempaskan, terbuaikan dan terisikan. Tapi ia berserahkan kepadanya segala yang dimilikinya, segala yang diingininya, segalanya duniawinya. Badan, jiwa, pikiran, rasa, cita…tak tersisakan… Cinta hanya tertawa, tersenyum simpul tipis baginya.

Ketika manusia terkecewakan olehnya, bukan kesedihan yang dirasanya. Kosong, sepi, hampa, sunyi merasukkan ke dalam dirinya yang terdalam. Di dalam batas sadar dan tiada, hidup dan tiada… Tapi ia bernyanyi, bersenandung, melagukan kepadanya. Kemurnian dirinya, persembahan agung kepadanya, walau terdengarkan kepiluan yang tak berujung di antaranya.

Manusia tak mengeluhkan cintanya, tak menyesalkan cintanya… Manusia hanya merenungkan cintanya, mengenangkan cintanya… Karna awalnyalah cinta, asalnyalah cinta… Cinta dimana ia bermula dan berakhir…Cinta yang dihirupnya dan ditegakkannya bagai mata air kehidupan, mengalir dan mengalir…

27.09.2k@daw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s