kami bagaikan bibit yang tersebar ke segala penjuru
selamat atau mati
jalan itu sudah terbentang sendiri-sendiri
sudah saatnya berdiri di atas tanah dengan kaki
dan berbicara memakai otak dan hati
untuk tentukan pilihan-pilihan

tanganku ingin menggengam
meraih sesuatu
tapi kulihat semuanya sejenak
tidak dengan sebelah mata
dan aku pun trenyuh…
tanpa sebab yang pasti
mengenangkan
dan melepaskan
menentukan langkah-langkah
semua butuh pengorbanan